Senjakala, minerva melabrak equilibrum


Senjakala, minerva melabrak equilibrum, tanpa sempat berucap pada kinasih yang sedari tadi diam-diam menyublim bersama rasa dalam getar yang ritmis & agung.

ketegangan akan antuisme adalah sebuah penghargaan atas anugerah adrenaline yang tlah diberikan sang Kuasa pemilik setiap jiwa, so let it fly…Ohya selamat hari pahlawan kawan-kawan, setiap kita adalah pahlawan (bagi mereka yang masih mempunyai hati nurani dan akal sehat serta tentu saja cinta, tanpa itu hanyalah pecundang besar)

Mencoba memamah serpihan makna kehidupan, dengan segala kroniknya dalam penuntasan pengimaman yang tuntas.

Menatap lautan, merasakan ombak menghunjam badan, melerai angin berbaur dengan air & pasir menampar wajah dengan sangat lembut.Gusti Allah, thanks…dada ini terasa meledak dengan warna-warna indah, tatkala sesak hitam-biru lajuku, thanks Allah, that’s so great….

 

Jogja, 23.55 july 20th 2012

Advertisements

senja di kaki langit jogja


Disini aku;

dengan segala nafas memburu dengan peluh yang berceceran

dalam setiap hirup, dalam setiap degup.

Disini aku;

menanti fajar untuk datang kembali dengan kehangatan mentari yang senantiasa dahsyat dan menghangat.

embun masih terlihat kelelahan

setelah menuntaskan temaran tatkala shubuh penghabisan

hanya ada senjakala, aku dan kehangatan mentari luruh

terasa damai dan hebat,

untuk sebuah dunia yang penuh dengan warna hitam dan sekedar putih

sang bidadari berkelebat bersama malaikat,

nampak sayap-sayapnya terhunus dan membelah lelangit

namun, hawa harum terkesat dalam interval yang sporadis dan berloncatan

dengan ketakjuban yang maha.

aku disini,

menyaksikan semua itu masih dengan nafas diam-diam, dan dada yang bergetar

dalam harmonisasi rasa-akal sehat-kinasih

Persimpangan Jogja, akhir purnama ketiga 2012