Soe Hok Gie


Soe Hok Gie

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

 

Soe Hok Gie

Soe Hok Gie di Puncak Pangrango, 1967

Lahir 17 Desember 1942
Jakarta, Indonesia
Meninggal 16 Desember 1969 (umur 26)
Semeru, Jawa Timur, Indonesia
Tempat peristirahatan Jakarta, Indonesia
6°10′19″S 106°49′09″EKoordinat: 6°10′19″S 106°49′09″E
Kebangsaan Indonesia
Suku Tionghoa Indonesia
Almamater Universitas Indonesia , Kolese Kanisius
Karya terkenal Catatan Seorang Demonstran
Agama Katolik
Orang tua Salam Sutrawan (Soe Lie Piet) (ayah)
Kerabat Arief Budiman (Soe Hok Djin) (kakak)

 

Soe Hok Gie

Hanzi tradisional: 蘇福義
Hanzi sederhana: 苏福义
[tampilkan]Transliterasi

Soe Hok Gie (lahir di Djakarta, 17 Desember 1942 – meninggal di Gunung Semeru, 16 Desember 1969 pada umur 26 tahun) adalah salah seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 19621969.

Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin (Hanzi: 蘇福義). Leluhur Soe Hok Gie sendiri adalah berasal dari provinsi Hainan, Republik Rakyat Cina.

Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran (1983).

Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan. Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal vokal dan sekarang berdomisili di Australia.

Hok Gie dikenal sebagai penulis produktif di beberapa media massa, misalnya Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Sekitar 35 karya artikelnya (kira-kira sepertiga dari seluruh karyanya) selama rentang waktu tiga tahun Orde Baru, sudah dibukukan dan diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan (Bentang, 1995).

Juga skripsi sarjana mudanya perihal Sarekat Islam Semarang, tahun 1999 diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. Sebelumnya, skripsi S1-nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judul Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan (Bentang, 1997).

Sebagai bagian dari aktivitas gerakan, Soe Hok Gie juga sempat terlibat sebagai staf redaksi Mahasiswa Indonesia, sebuah koran mingguan yang diterbitkan oleh mahasiswa angkatan 66 di Bandung untuk mengkritik pemerintahan Orde Lama.

Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis.

 

Biografi Soe Hok Gie ( 1942-1969)

This slideshow requires JavaScript.

 

Soe Hok Gie adalah Orang keturunan China yang lahir pada 17 Desember 1942. Seorang putra dari pasangan Soe Lie Pit —seorang novelis— dengan Nio Hoe An. Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan, Soe Hok Gie merupakan adik dari Soe Hok Djie yang juga dikenal dengan nama Arief Budiman. Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta.
Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta. Menurut seseorang peneliti, sejak masih Sekolah Dasar (SD), Soe Hok Gie bahkan sudah membaca karya-karya sastra yang serius, seperti karya Pramoedya Ananta Toer. Mungkin karena Ayahnya juga seorang penulis, sehingga tak heran jika dia begitu dekat dengan sastra.

Sesudah lulus SD, kakak beradik itu memilih sekolah yang berbeda, Hok Djin (Arief Budiman) memilih masuk Kanisius, sementara Soe Hok Gie memilih sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Strada di daerah Gambir. Konon, ketika duduk di bangku ini, ia mendapatkan salinan kumpulan cerpen Pramoedya: “Cerita dari Blora” —bukankah cerpen Pram termasuk langka pada saat itu?

Pada waktu kelas dua di sekolah menangah ini, prestasi Soe Hok Gie buruk. Bahkan ia diharuskan untuk mengulang. Tapi apa reaksi Soe Hok Gie? Ia tidak mau mengulang, ia merasa diperlakukan tidak adil. Akhirnya, ia lebih memilih pindah sekolah dari pada harus duduk lebih lama di bangku sekolah. Sebuah sekolah Kristen Protestan mengizinkan ia masuk ke kelas tiga, tanpa mengulang.

Selepas dari SMP, ia berhasil masuk ke Sekolah Menengan Atas (SMA) Kanisius jurusan sastra. Sedang kakaknya, Hok Djin, juga melanjutkan di sekolah yang sama, tetapi lain jurusan, yakni ilmu alam.

Selama di SMA inilah minat Soe Hok Gie pada sastra makin mendalam, dan sekaligus dia mulai tertarik pada ilmu sejarah. Selain itu, kesadaran berpolitiknya mulai bangkit. Dari sinilah, awal pencatatan perjalanannya yang menarik itu; tulisan yang tajam dan penuh kritik.

Ada hal baik yang diukurnya selama menempuh pendidikan di SMA, Soe Hok Gie dan sang kakak berhasil lulus dengan nilai tinggi. Kemuidan kakak beradik ini melanjutkan ke Universitas Indonesia. Soe Hok Gie memilih ke fakultas sastra jurusan sejarah , sedangkan Hok Djin masuk ke fakultas psikologi.

Di masa kuliah inilah Gie menjadi aktivis kemahasiswaan. Banyak yang meyakini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya Soekarno dan termasuk orang pertama yang mengritik tajam rejim Orde Baru.

Gie sangat kecewa dengan sikap teman-teman seangkatannya yang di era demonstrasi tahun 66 mengritik dan mengutuk para pejabat pemerintah kemudian selepas mereka lulus berpihak ke sana dan lupa dengan visi dan misi perjuangan angkatan 66. Gie memang bersikap oposisif dan sulit untuk diajak kompromi dengan oposisinya.

Selain itu juga Gie ikut mendirikan Mapala UI. Salah satu kegiatan pentingnya adalah naik gunung. Pada saat memimpin pendakian gunung Slamet 3.442m, ia mengutip Walt Whitman dalam catatan hariannya, “Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”.

Pemikiran dan sepak terjangnya tercatat dalam catatan hariannya. Pikiran-pikirannya tentang kemanusiaan, tentang hidup, cinta dan juga kematian. Tahun 1968 Gie sempat berkunjung ke Amerika dan Australia, dan piringan hitam favoritnya Joan Baez disita di bandara Sydney karena dianggap anti-war dan komunis. Tahun 1969 Gie lulus dan meneruskan menjadi dosen di almamaternya.

Bersama Mapala UI Gie berencana menaklukkan Gunung Semeru yang tingginya 3.676m. Sewaktu Mapala mencari pendanaan, banyak yang bertanya kenapa naik gunung dan Gie berkata kepada teman-temannya:

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”

8 Desember sebelum Gie berangkat sempat menuliskan catatannya: “Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.” Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis. Selanjutnya catatan selama ke Gunung Semeru lenyap bersamaan dengan meninggalnya Gie di puncak gunung tersebut.

 

This slideshow requires JavaScript.

24 Desember 1969 Gie dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo, namun dua hari kemudian dipindahkan ke Pekuburan Kober, Tanah Abang. Tahun 1975 Ali Sadikin membongkar Pekuburan Kober sehingga harus dipindahkan lagi, namun keluarganya menolak dan teman-temannya sempat ingat bahwa jika dia meninggal sebaiknya mayatnya dibakar dan abunya disebarkan di gunung. Dengan pertimbangan tersebut akhirnya tulang belulang Gie dikremasi dan abunya disebar di puncak Gunung Pangrango.

Beberapa quote yang diambil dari catatan hariannya Gie:

“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati

muda.”

“Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil … orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur.”

“Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan…”

Selain Catatan Seorang Demonstran, buku lain yang ditulis Soe Hok Gie adalah Zaman Peralihan, Di Bawah Lentera Merah (yang ini saya belum punya) dan Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan serta riset ilmiah DR. John Maxwell Soe Hok Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani.

Tahun depan Mira Lesmana dan Riri Reza bersama Miles Production akan meluncurkan film berjudul “Gie” yang akan diperankan oleh Nicholas Saputra, Sita Nursanti, Wulan Guritno, Lukman Sardi dan Thomas Nawilis. Saat ini sudah memasuki tahap pasca produksi.

Catatan Seorang Demonstran

 
John Maxwell berkomentar, “Gie hanya seorang mahasiswa dengan latar belakang yang tidak terlalu hebat. Tapi dia punya kemauan melibatkan diri dalam pergerakan. Dia selalu ingin tahu apa yang terjadi dengan bangsanya. Walaupun meninggal dalam usia muda, dia meninggalkan banyak tulisan. Di antaranya berupa catatan harian dan artikel yang dipublikasikan di koran-koran nasional” ujarnya. “Saya diwawancarai Mira Lesmana (produser Gie) dan Riri Reza (sutradara). Dia datang setelah membaca buku saya. Saya berharap film itu akan sukses. Sebab, jika itu terjadi, orang akan lebih mengenal Soe Hok Gie” tuturnya.

Kata Kata Soe Hok Gie

  • Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran.
  • Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.
  • Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau.
  • Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.
  • Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.
  • Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi “manusia-manusia yang biasa”. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.
  • Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun.
  • Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.
  • Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?
  • Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis…
  • Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.
  • Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita.
  • Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.
  • To be a human is to be destroyed.
  • Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin.
  • Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.
  • I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist.
  • Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata.
  • Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.
  • Saya tak tahu mengapa, Saya merasa agak melankolik malam ini. Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan. Semuanya terasa mesra tapi kosong. Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya. Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya.
  • Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.

This slideshow requires JavaScript.

Puisi Terakhir Soe Hok Gie

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku

Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangi
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra

Tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu

Mari, sini sayangku
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
Tegakklah ke langit atau awan mendung
Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa”

Soe Hok Gie, 11 November 1969

 

Untitled (Puisi Soe Hok Gie)

03 Jan 2012 Tinggalkan sebuah Komentar

by andinedefarl in Uncategorized

ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku

bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mandalawangi
ada serdadu-serdadu amerika yang mati kena bom di danang
ada bayi-bayi yang mati lapar di biafra

tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu

mari, sini sayangku
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
tegakklah ke langit atau awan mendung
kita tak pernah menanamkan apa-apa
kita takkan pernah kehilangan apa-apa

***

 

 

Referensi :

 

Kartini Itu Sexy


Kalimat diatas adalah sempat terlintas tadi siang , ketika sedang ngobrol bebas ama teman-teman sekantor.  Uhm, ramai perdebatan (saat-saat ini) ketika kartini senantiasa disandingkan dengan arti emansipasi ataupun kesetaraan, yang mana 2 hal diatas seringkali dikonotasikan dengan kebebasan/feminism ataupun kesetaraan kental dengan liberalism pemikiran.

Namun, menjadi sangat ‘sexy’ ketika, sosok Ibu Kita Kartini dinilai sexy sebagaimana kalimat diatas. Kenapa, aku memahami bahwa substansi cita-cita kartini, adalah adanya ekspektasi sederhana bahwa perempuan-perempuan Indonesia menjadi perempuan sebagaimana yang beliau lihat dan saksikan perkembangan wanita pada era masa itu.

Sosok perempuan Indonesia yang, cerdas cendekia, tangguh secara sikap & prinsip serta mempunyai jiwa-jiwa pejuang (atas nama apapun yang diyakininya serta atas apa yang ia cintai 🙂

Seorang perempuan yang tidak cengeng ketika menghadapi perubahan dan warna-warni kehidupan, namun seorang perempuan yang senantiasa ‘melek kahanan’ memahami dan mampu membaca dengan kebijaksanaan khas bawaan perempuan, yang keibuan-welas asih-kinasih dan tentu saja penuh dengan rasa cinta dan mengayomi.

Sosok perempuan yang mempunyai kesejajaran denan laki-laki dalam hal, keilmuan-pengetahuan serta akses atas perkembangan informasi dan pengetahuan. Sehingga yang kemudian terjadi adalah manusia-manusia perempuan (sebagaimana layaknya laki-laki) ikut mewarnai dunia dengan segala warna-warnanya,sehingga dunia senantiasa teduh dan comfortable untuk setiap orang yang berada disana.

 

Dan ketika kemudian aku memahami,bahwasannya perempuan Indonesia yang di cita-citakan oleh seorang Kartini adalah sosok perempuan yang mempunyai nilai-nilai cendekia-egaliter-emansipatoris-dan transendental. Sehingga harapan adannya konsistensi keberpihakan generasi perempuan Indonesia atas peran secara kedirian, keluarga dan kebangsaan, menjadi tidak melambung diatas langit. Namun dengan pemikiran tersebut akan terlihat bahwa, perempuan-perempuan Indonesia akan semakin membumi/mengakar sesuai dengan hak azasi setiap manusia namun tidak melupakan perannya sebagai Ibu dari sebuah peradaban.

Nah, disinilah saya mengatakan bahwa pemikiran Kartini itu sexy. Dan pemikiran-pemikiran anti kemapanan serta visioner ini juga muncul dari sosok pejuang perempuan Atjeh, Laksamana Keumalahayati tepatnya pada akhir abad ke-XV. Selamat Hari Perempuan Indonesia, bersama  dengan tulisan ini saya berdoa semoga perempuan-perempuan Indonesia semakin menjadi sosok yang tak gentar menghadapi kehidupan, senantisa cerdas mambaca warna-warna zaman, semakin bijaksana (karena Indonesia, sungguh kehilangan hal ini), semakin santun bersikap dan melangkah (dengan hal ini Indonesia, semakin lebih beradab diantara carut marut norma & etika), semakin Indonesia banget dengan nilai-nilai kearifannya & jangan cengeng menghadapi dunia. Let’s get rockin 🙂

Kelicikan AS dan Eropa Selamatkan Krisis Ekonominya


Brazil Ajak BRICS Kecam Kebijakan Ekonomi Amerika
(Banjiri Dengan Pinjaman Jangka Pendek Negara Lain, Termasuk Indonesia?)
Thursday, 29 March 2012 13:02

KBR68H – Brazil berencana mengajak kelompok BRICS untuk memprotes kebijakaan ekonomi yang tidak adil oleh Amerika dan Eropa. BRICS merupakan kelompok negara yang ekonominya berkembang pesat, yaitu Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan. Menteri Perdagangan dan Perindustrian Brasil Fernando Pimentel mengatakan, sumber permasalahan ekonomi dunia ada di Eropa dan Amerika. Sebab, negara-negara kaya itu terlalu berfokus pada perluasan pasar dengan suku bunga rendah dan program pembelian surat berharga.

Kebijakan itu dirancang untuk menolong Amerika dan Eropa yang bermasalah. Ini mengakibatkan pinjaman jangka pendek membanjiri negara anggota BRICS. Buntutnya, ekonomi mereka kalah kompetitif dibanding Eropa dan Amerika. BRICS tengah mengadakan pertemuan di New Delhi India. Mereka tengah membahas permasalahan bersama dan mengembangkan kerjasama lintas negara.
http://www.kbr68h.com/berita/interna…konomi-amerika

Quote:
Dana/Pinjaman Jangka Pendek Asing Banjiri INDONESIA:
Dana Asing Kian Banjiri Indonesia (IHSG Bisa Tembus Level 4.000)
Kamis, 19 Januari 2012, 07:08 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Dengan kenaikan peringkat Indonesia oleh Moodys menjadi Baa3 memberikan keyakinan lebih kuat kepada para manajer investasi asing untuk masuk ke Indonesia. Dana asing pun diperkirakan akan semakin deras masuk ke Indonesia. “Ini semakin menguatkan argumentasi untuk para hedge fund atau fund manager asing untuk masuk ke Indonesia. Setelah kenaikan rating dari Moodys ini harusnya semakin menguatkan keyakinan pemodal dalam negeri untuk masuk ke dalam pasar modal dengan alasan jangan sampai ketinggalan dengan pemodal luar negeri,” ujar Kepala Riset PT MNC Securities, Edwin Sebayang saat dihubungi INILAH.COM, kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, apalagi saat ini yield obligasi lima tahun dan 10 tahun Surat Utang Negara (SUN) semakin menurun serta bunga deposito semakin tidak menarik. Dampak positif terhadap bursa saham Indonesia sangat positif. Edwin memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat ke level 4.500 pada akhir 2012.

Hal senada dikatakan Kepala Riset PT Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan, dengan adanya investment grade maka terbukalah kesempatan manajer investasi asing untuk masuk ke negara yang sebelumnya belum mendapatkan investment grade. Sementara itu, Kepala Riset PT Henanputih Rai Securities Felix Sindhunata menuturkan, dalam jangka pendek kenaikan peringkat tersebut memberi momentum positif ke bursa saham. Tetapi dalam jangka panjang investor akan melihat fundamental ekonomi khususnya ekonomi eksternal.

Sedangkan Vice President Research PT Valbury Asia Securities, Nico Omer J mengatakan, kenaikan peringkat tersebut belum ada pengaruh besar dalam jangka pendek karena sebagian sudah terpotong. “Kalau dampak jangka panjang investor institusi akan bisa berinvestasi di pasar modal Indonesia,” tegas Nico. Menurut Edwin, kini Indonesia tinggal menunggu aliran dana asing yang semakin deras masuk ke Indonesia. Memang diakui kenaikan peringkat dari Moodys ini di luar dugaan. “Tinggal tunggu tanggal mainnya capital inflow akan masuk lebih deras ke Indonesia, kenaikan rating dari Moodys ini di luar dugaan karena diperkirakan sekitar Februari atau Maret,” kata Edwin. Sedangkan krisis Eropa, menurut Edwin, hal itu hanya memberikan pengaruh kecil terhadap indonesia.” Krisis Eropa hanya dijadikan sebagai krikil-krikil saja,” tutur Edwin
http://m.inilah.com/read/detail/1820…jiri-indonesia

Dana Asing akan Banjiri Pasar Obligasi Domestik
Sabtu, 17 Desember 2011 12:00 WIB

TRIBUNNEWS.COM JAKARta. Begitu Fitch Ratings mengerek peringkat utang Indonesia ke kasta investment grade, harga obligasi negara langsung menanjak. Sedang imbal hasil atau yield surat utang menyusut. Satu contoh, yield obligasi pemerintah Indonesia berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) yang jatuh tempo 2021 menurun dari sebelumnya 4,30% menjadi 4,03%. Harga obligasi yang diterbitkan perusahaan swasta Indonesia yang bergerak di sektor batubara juga meningkat. “Aliran modal asing ke Indonesia bisa deras mulai tahun depan. Ini berdampak pada penurunan yield,” ujar Rahmat Waluyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Jumat (16/12/2011).

Tapi Rahmat menduga penurunan yield obligasi negara di 2012 tidak terlalu tajam. Alasan dia, pemodal asing sudah lama memperkirakan kenaikan peringkat Indonesia ke level investment grade. I Made Adi Saputra, analis obligasi NC Securities, mengatakan pelaku pasar obligasi bereaksi positif atas predikat investment grade Indonesia. “Global bond yang jatuh tempo 2012 naik 40 basis poin dibandingkan hari sebelumnya dan diikuti penurunan yield,” tutur dia.

Semakin marak
Analis juga melihat pasar obligasi Indonesia bakal semakin marak pada tahun depan. Setelah Fitch, pelaku pasar kini menunggu aksi dua lembaga pemeringkat lainnya, yakni Moody\’s Investors Service dan Standard & Poor\’s (S&P). Moody\’s dan S&P diperkirakan akan mengikuti jejak Fitch, memberi Indonesia status layak investasi. Dus, investor asing bakal merangsek masuk pasar Indonesia. “Indonesia masih memberikan return menarik dibandingkan negara lain yang memiliki rating sejenis,” ujar Ariawan, analis obligasi Mega Capital Indonesia.

Tapi analis mengingatkan ketidakpastian global masih membayangi pasar domestik. Pasar obligasi diperkirakan masih berfluktuasi di 2012. Karena itu, yield SUN tidak akan turun terlalu jauh dibandingkan tahun ini. Yield SUN bertenor 10 tahun diperkirakan 6,1%-6,5% pada 2012. Adapun SUN bertenor 20 tahun akan mencatatkan yield 7,1%-7,5%. “Asing akan masuk ke SUN bertenor 10 tahun, 15 tahun, atau 20 tahun. Sebab, seri-seri tersebut akan menjadi benchmark pada tahun depan,” ujar Ariawan.
http://www.tribunnews.com/2011/12/17…igasi-domestik

Mulai Merugikan, Asia Desak Eropa Cabut Sanksi Iran
Sabtu, 17 Maret 2012 10:17 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Perusahaan asuransi Jepang dan Korea Selatan berusaha membujuk Uni Eropa untuk mempertimbangkan kembali sanksi terhadap Iran sehingga pasar asuransi di Eropa dapat kembali meng-cover pengiriman minyak Iran ke Asia. Sebuah sumber pemerintah Korea Selatan mengatakan, “Kami berpendapat bahwa peraturan ini [sanksi Uni Eropa] terlalu luas karena juga merugikan perusahaan non-Eropa. Tidak hanya Korea Selatan tetapi Jepang, Cina dan negara lain juga menghadapi situasi yang sama.”

Para menteri luar negeri Uni Eropa pada tanggal 23 Januari sepakat melarang impor minyak dari Iran dan membekukan aset Bank Sentral Iran di Uni Eropa. Sanksi tersebut akan efektif penuh pada tanggal 1 Juli 2012, guna memberikan kesempatan bagi negara-negara anggotanya untuk mempersiapkan diri dengan kondisi baru dan menemukan alternatif untuk pasokan minyak mentah selain dari Iran. Sumber yang menolak menyebutkan namanya itu menambahkan, “Kemungkinan kita tidak akan menerima minyak mentah Iran mulai tanggal 1 Juli jika solusi tidak tercapai.”

Perusahaan asuransi Eropa memberikan jaminan terhadap sebagian besar pengiriman minyak mentah dunia, dan sanksi yang ditentukan oleh Eropa itu dapat mencegah pembeli dari Asia mengimpor minyak mentah Iran. Seorang pejabat pemilik kapal tanker Cina dalam hal ini mengatakan, “Perusahaan tanker Cina juga mengalami resiko yang sama seperti Eropa mengingat sumber asuransi yang sama.” India dan Cina menentang embargo AS dan Uni Eropa yang bertujuan memaksa Teheran menghentikan program energi nuklirnya.
http://www.republika.co.id/berita/in…ut-sanksi-iran

—————–

Bukan hanya negara-negara BRICS saja yang terkena imbas akibat penerapan strategi banjiri dana jangka pendek ke negara-negara yang ekonomi bagus seperti anggota BRICS, di Asia ini, Indonesia adalah negeri yang bagus ekonominya sehingga jadi target mereka pula. Lihat aja banjir dana jangka pendek itu yang terus bertambah setahun terakhir ini, terutama di BEJ. Sementara strategi lainnya dengan cara mengajak negara-negara di seluruh dunia untuk menghentikan impor minyak dari IRAN, atau di kenakan sanksi keuangan bila hingga 1 Juli 2012 nanti tidak mengurangi atau menghentikan impor minyak ke negeri Mullah itu, merupakan strategi lainnya yang banyak ditentang banyak negara di dunia. Indonesia termasuk negara yang kena imbas akibat kebijakan picik AS ini (disuruh berhenti beli minyak dari IRAN, lalu di sarankan beli ke Arab Saudi atau pasar spot, yang umumnya negeri itu dan pasar minyak itu sudah dikuasai perusahaan asal AS dan Eropa), sehingga minggu lalu Indonesia termasuk salah satu dari 12 negeri yang terancam sanksi keuangan AS itu karena masih dituding mengimport minyak murah dari IRAN (silahkan baca beritanya). Akibatya harga minyak global melonjak naik (beritanya). Kondisi itu semua, boleh jadi mengakibatkan perekonomian kita agak tertekan belakangan ini sehingga ekonom Pemerintah menganjurkan pengurangan subsidi BBM itu.