Long March Kawanan Iblis Manusia


daemon_by_dafne_1337art-d4wwnkfDan semua orang ada yang berteriak-teriak hingga parau. dan mereka semua mengatakan hal yang sama, ‘kami yang paling sadar, kaami yang paling waras, kami yang paling benar, kami yang paling baik, kami yang paling mendekati Rasulullah, Kami yang terpilih, kami yang paling demikratis, kami yang paling humanis, kami yang paling welas-asih, kami yang paling hebat, kami yang paling berpengaruh’. Suara mereka sangat parau, sehingga tak beda dengan nyalak anjing dan lolongan panjang serigala-serigala ataupun nyalak mengerikan dari para kawanan hyena.

Mereka semua adalah orang-orang yang mengaku paling beragama, paling punya pendidikan tinggi, tapi semuanya merasa bijak, paling bijak. Saking bijak, hebat, inteleknya mereka, dan saking makmurnya mereka, mereka semua tidak paham ketika ditanyakan bedanya nur dan naar, pertanyaan sederhana dan jawaban mereka apa, mereka menjawab dengan umpatan, kemarahan, stigmatisasi, logika-logika mengawang hingga yang mendengarnya cuma bisa melihat dengan tatapan kosong seakan zombie.

Dibalik semua kepongahan dan kesombongan ‘kebaikan’ mereka, dibalik itu hanya ada kepengecutan-kemunafikan-kepecundagan. Bahkan Iblispun yang paling Alim, hebat, paling segalanya dibandingkan dengan saudara muda mereka manusia serta paling beriman,  kepada Gusti Allah-pun terusir dari Syurga dan dikutuk olehNya.

Semua tanpa sadar menjadi pengikutnya saudara tua manusia, sang iblis.

Dan para iblis-iblis manusia berjalan dengan mata nyalang, dengan nafas yang memburu, dengan mata yang terbakar, dan tubuh yang menyala-nyala, mereka berjalan ribuan-jutaan hingga nyaris tak terhingga. Dan disanalah cahaya kecil itu berada, cahaya kecil yang oleh sang Rasul ditangisi menjelang kematiannya, cahaya yang tertolak oleh Gusti Allah tatkala malam Isra’ dan Mi’raj.
dan saat itulah janji dalam nubuwah dan ayat-ayat langit akan mentalbis dengan sempurna.

[22.03.19 14:58]

Comments are closed.