Jika; dialog masa lalu-kini-dan nanti


Jika kamu mengalami trauma pada masa lalu yang begitu membekas.
Trauma ini lantas kamu gunakan sebagai ‘kambing hitam’ atas keterpurukan kamu saat ini.
kamu akan terus terikat dengannya, meski itu menyakitkan.
Bila kamu tak bisa lepas dari trauma, maka coba tanyakanlah hal ini pada dirimu:

“Berapa banyak luka lagi yang akan saya biarkan diderita oleh diri saya sendiri?
Apakah trauma ini pantas menghancurkan seluruh sisa hidupsaya?
Siapa yang berkuasa disini,diri saya–ataukah trauma?
“Perhatikanlah daun-daun yang mati dan berguguran dari pohon, ia sebenarnya memberikan hidup baru pada pohon.

Bahkan sel-sel dalam tubuh kita pun selalu memperbaharui diri.
Segala sesuatu di alam ini memberikan jalan kepada kehidupan yang baru dan membuang yang lama.

Satu-satunya yang menghalangi kita untuk melangkah darimasa lalu adalah pikiran kitasendiri.
Beban berat masa lalu, dibawa dari hari ke hari.
Berubah menjadi ketakutan dan kecemasan, yang kemudian pada akhirnya akan menghancurkan hidup kamusendiri.

Sahabatku yang teguh hatinya, ingatlah hanya seorang pemenanglah yang bisa melihat potensi, sementara seorang pecundang akan sibuk mengingat masa lalu.

Bila kita sibuk menghabiskan waktu dan energi kita memikirkan masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan, maka kita tidak memiliki hari ini untuk disyukuri.
Saat kita merasa sedih dan putus asa, atau bahkan menderita, coba renungkan keadaan di sekitar kita.
Barangkali masih banyak yang lebih parah dibandingkan kita?

 

Tetaplah tegar dan percaya diri, berpikir positif dan optimis,
berjuang terus, dan pantang mundur.

Jogjakarta, awal minggu kedua purnama kesebelas 2012

Bersama dengan seorang teman ketika, ia (masih saja) menjejak kekiniaan dengan membawa masa lalunya.

Comments are closed.