Pencerahan Tatkala Menatap Langit Senja (walau berbeda langit)


 

Btw,kata2 yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan.Kata2 yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan.Kata2 yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan.Kata2 yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba.Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka..Ada hal2 yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya.Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati karena orang yang menyesal diawal perbuatannya sesungguhnya dialah orang yang bijak…Kesuksesan & masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

 

Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. 
Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua..

..Tidak ada kesuksesan sejati tanpa penolakan. Semakin banyak penolakan yang Anda alami, semakin unggul, semakin banyak belajar, dan semakin dekat dengan harapan Anda ibarat jika sekelilingmu nampak mendung dan langit makin hitam, berharaplah segera turun hujan agar setelah itu engkau dapat melihat pelangi…Maju terus GZ,bermanfaatlah bagi umat manusia & alam sekitarnya

 

Bagaimana Kita Menghadapi Cobaan?

 

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya. Dia bertanya mengapa hidup ini terasa begitu sukar dan menyakitkan. Dia tidak tahu bagaimana untuk  menghadapinya. Dia nyaris menyerah kalah dalam kehidupan. Setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.
Ayahnya yang bekerja sebagai tukang masak membawa anaknya itu ke dapur. Dia mengisi tiga buah panci dengan air dan mendidihkannya di atas kompor. Setelah air di dalam ketiga panci tersebut mendidih, dia memasukkan lobak merah ke dalam panci pertama, telur dalam panci kedua, dan serbuk kopi dalam panci terakhir. Dia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata.
Si anak tertanya-tanya dan menunggu dengan tidak sabar sambil memikirkan apa yang sedang dilakukan oleh ayahnya. Setelah 20 menit, si ayah mematikan api. Dia menyisihkan lobak dan meletakkannya dalam mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya dalam mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lain.
Lalu dia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, Nak?” “Lobak, telur dan kopi”, jawab si anak.  Ayahnya meminta anaknya memakan lobak itu. Dia melakukannya dan mengakui bahwa lobak itu nikmat. Ayahnya meminta dia mengambil telur itu dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, dia dapati sebiji telur rebus yang matang.
Terakhir, ayahnya meminta untuk minum kopi. Dia tersenyum ketika meminum kopi dengan keharuman aroma. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini,ayah?”

Si ayah, sambil tersenyum menerangkan bahawa ketiga bahan itu telah menghadapi kesulitan yang sama, direbus dalam air dengan api yang panas tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda. Lobak sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, lobak menjadi lembut dan mudah dimakan.
Telur mudah pecah dengan isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.
Serbuk kopi pula mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, serbuk kopi mengubah warna dan rasa air tersebut. “Kamu termasuk golongan yang mana? Air panas yang mendidih itu umpama kesukaran dan dugaan yang bakal kamu lalui.
Ketika kesukaran dan kesulitan itu mendatangimu, bagaimana harus kau menghadapinya ?

Apakah kamu seperti lobak, telur atau kopi?” tanya ayahnya. Bagaimana dengan kita?
Apakah kita adalah lobak yang kelihatan keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kita menyerah menjadi lembut dan kehilangan kekuatan.
Atau, apakah kita adalah telur yang pada awalnya memiliki hati lembut, dengan jiwa yang dinamis? Namun setelah adanya kematian, patah hati, perpisahan atau apa saja cobaan dalam kehidupan akhirnya kita menjadi menjadi keras dan kaku.
Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kita menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku? Atau adakah kita serbuk kopi? Yang mampu mengubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, menjadi sarana mengubah dirinya mencapai kualitas yang lebih tinggi lagi. Jika kita seperti serbuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk atau memuncak, kita akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitar kita juga menjadi semakin baik.
Antara lobak, telur dan kopi, engkau yang mana?

 

Anda sudah pernah menonton film “The Secret”? Ya! film ini cukup fenomenal karena membeberkan sebuah metode dahsyat untuk mewujudkan segala impian manusia melalui sebuah hokum fisika kuantum yang disebut hukum tarik-menarik atau dalam istilah asingnya : Law of Attraction (LoA).  Metode ini telah terbukti berhasil pada banyak orang sehingga mereka sukses dalam hidupnya baik secara materi (kekayaan), kesehatan, keharmonisan hidup dan lain sebagainya sesuai yang mereka impikan. Dalam teori LoA, dijelaskan bahwa ada kekuatan dalam diri manusia yang begitu dahsyat yaitu kekuatan otak (pikiran) dan hati (perasaan). Jika anda mampu mengolah kekuatan pikiran dan perasaan anda secara positif maka bisa dipastikan apapun keinginan anda akan terwujud. Sebaliknya, jika pikiran dan perasaan anda selalu negatif bisa dipastikan anda pun akan mengalami hal-hal negatif pada
kehidupan anda. LoA adalah hukum kreasi dari Tuhan yang Maha Agung dan harus dimanfaatkan oleh manusia dengan sebaik-baiknya. Dalam sebuah kitab suci dikatakan bahwa “Tuhan itu berkehendak sesuai prasangka hamba-Nya”. Jika berprasangka positif, maka kebaikan yang akan didapat. Jika prasangkanya negatif, maka keburukan yang akan didapat. Di film “The Secret” inilah kita di ajarkan untuk senantiasa memiliki pikiran dan perasaan yang positif untuk mewujudkan keinginan kita. Teknisnya, untuk mewujudkan mimpi atau keinginan, kita harus melakukan 3 tahapan :

  1. Ask (meminta/berdoa) : misalnya kekayaan, kesehatan, keharmonisan dan lain sebagainya.
  2. Believe : yakin bahwa doa kita akan terkabul.
  3. Receive : menerima perasaan terkabulnya doa/keinginan.

Langkah pertama yaitu berdoa/meminta kepada Tuhan adalah hal yang biasa kita lakukan. Tahap ini mudah dilakukan oleh siapapun. Agar terwujud, tahap pertama ternyata tidak cukup. Anda harus melakukan tahap ke dua dan tiga. Berita buruknya adalah langkah dua dan tiga adalah hal yang tidak mudah dilakukan. Ketika kita berdoa, seringkali perasaan kita tidak yakin jika doa tersebut akan   terkabul. Menurut Jose Silva (pendiri The Silva Method) hanya 10% orang di dunia ini yang mampu melakukan tahap dua dan tiga dan mereka melakukannya secara alami karena sudah merupakan bakat (gift) dari Tuhan. Mudah sekali bagi mereka mengkondisikan pikiran dan perasaannya secara positif sehingga kesuksesan telah mereka raih. Kebanyakan dari kita akan mengalami kesulitan dalam hal meyakini dan menerima terkabulnya doa.

Adakah solusinya bagi yang tidak berbakat? berita bagusnya adalah ADA! yaitu dengan cara BERLATIH!. Pikiran berasal dari otak dan perasaan berasal dari hati. Otak dan hati inilah yang harus kita latih setiap hari sampai kita  terbiasa atau mudah berpikir dan berperasaan positif. Lalu metode latihannya seperti apa? Dalam film “The Secret”, kita tidak diajarkan secara teknis bagaimana melatih pikiran dan perasaan kita. Beruntunglah anda yang membaca artikel ini karena karena dari artikel inilah akan diajarkan tehnik melatih pikiran dan perasaan yang positif.

 

Sugih tanpa bandha.
Digdaya tanpa adji.
Ngalurug tanpa bala.
Menang tanpa ngasoraken.”

Artinya, “Kaya tanpa harta. Sakti tanpa azimat. Menyerang tanpa balatentara. Menang tanpa merendahkan.”

*Ajaran Eyang R.M.P Sosrokartono 

salam perdamaian,

Comments are closed.