Jejak Kaki Kecil Menunggu Kumandang Takbir


 

Jejak Kaki Kecil Menunggu Kumandang Takbir

(Catatan Ramadhan 2012, yang tertunda)

 

Aku menengadah dan kepada langit kukatakan: Ini aku! Putra ayahku! Berikan padaku sesuatu yang besar untuk kutaklukkan! Beri aku mimpi~mimpi yang tak mungkin karena aku belum menyerah! Takkan pernah menyerah. Takkan pernah! Tetaplah sendiri walau apapun yang terjadi, menantang sepi, melawan hari, bergelut dengan waktu, dan keadaan. Jatuh, terluka, bangkit dan melawan dengan lantang walau terkadang frustasi, dan tetap tegap dan gagah melangkah. Itulah lelaki, aku.

Hidup senantiasa memberikan banyak cerita kepada setiap manusia,dan bumi pertiwipun larut dalam seribu cinta, berjuta tangis, sesak, kebahagiaan. Dan disudut lain nampak perempuan berdiri membisu dengan senyuman tanpa ekspresi, ia tengah menatap lautan dengan debur ombaknya yg terpecah melabrak karang, deru gelombang ya menggelegar.

Halilintar semakin bermain lincah diufuk langit diikuti dentuman guntur yg menjerit parau, perempuan itu masih tak beranjak dari tempatnya berdiri. .hari itu kulihat, matahari memberi penghormatan terakhir kepada perempuan itu, sebelum ia tertidur dan tenggelam.

 

Aku masih berdiri dipuncak mahameru, masih diam diam melihat perempuan itu. 2 aug 2012

Menikmati sawah dengan padi menguning rasanya cukup melepaskan dahaga dan sisa-sisa kepenatan. Lantas sebatang hio terbakar pelan tertiup angin senja berbarengan dengan bedug pembuka malam, harum bau hio syahdu lantunan ayat ayat langit, beriringan menemani haru biru kehidupan dengan sujud pengimaman terakhir.Ada dengan dirimu, gie

 

Mencari.pencerahan diantara ketiadaan, hingaa tatkala ia kembali, cahaya tidak akan berkiblat pada titik terakhir. Dan lantunan kinanthi pelan-pelan berkunjung dengan tiba-tiba

nang, wenang, menang. ning, hening, wening. nung, dunung, paham. gung, agung…

 

Stranger By Day….

Terkadang keterasingan datang menyergap, terkadang ia datang sebagai kawan, yang menemani dan menjadi bayangan atas diri kita. Iya ia datang menemani kepada setiap mereka yang, mempunyai jiwa soliter.

Pengimaman Terakhir

Bedug penutup atas 30 hari yang dijanjikan. Tapi sepertinya ini bukanlah kemenangan bagiku, entah yang lainnya. Derai takbir yang keluar dari parau suara anak anak belia, syahdu membuat merinding setiap nafasku. Apakah aku juga menang, Gusti?pengimaman terakhir, bedug penutup atas 30 hari yang dijanjikan.

Tapi sepertinya ini bukanlah kemenangan bagiku, entah yang lainnya. Derai takbir yang keluar dari parau suara anak anak belia, syahdu membuat merinding setiap nafasku. Apakah aku juga menang, Gusti?

 

Catatan Yang Tertunda

Berikan aku sesuatu yang paling sulit, aku akan belajar. kata perempuan yang bahkan tidak tamat SD itu. Bahwa belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan. Ilmu yang tak sikuasai akan menjelma di dalam diri manusia menjadi sebuah ketakutan. Belajar dengan keras hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang bukan penakut. Menantang semua ketidakmungkinan.

Habis air ataku, lunas sudah kesedihan itu. Hidup harus berlanjut. Tantangan ada dimuka.Masih banyak yang dapat disyukuri. Beri aku pelajaran yang paling sulit sekalipun, Boi. Aku akan belajar

 

Comments are closed.