Dermaga Pantai Widuri Pemalang


Dermaga Pantai Widuri Pemalang

Akhir purnama ke-enam 2012

Kontemplasi tentang langit, perjalanan nafas dan sang waktu. Aliran darah, benturan idealisme serta realitas menari dalam lintasan sang waktu, hati nurani, akal sehat. Bergumam tentang segala hidup, segala rasa, segala harmonisasi kehidupan. Warna-warni segala indah,segala imagi, yang tertoreh dalam segala. Hitam berarak senada menyelimuti setiap kepingan jiwa, terbakar diufuk kaki langit sebuah dermaga kecil dengan segala sesuatunya yang absurd dan kecil.

Tetaplah sendiri walau apapun yang terjadi, menantang sepi, melawan hari, bergelut dengan waktu, dan keadaan. Jatuh, terluka, bangkit dan melawan dengan lantang walau terkadang frustasi, dan tetap tegap gagah melangkah. Itulah seorang lelaki seharusnya berjalan…

Comments are closed.