Kelicikan AS dan Eropa Selamatkan Krisis Ekonominya


Brazil Ajak BRICS Kecam Kebijakan Ekonomi Amerika
(Banjiri Dengan Pinjaman Jangka Pendek Negara Lain, Termasuk Indonesia?)
Thursday, 29 March 2012 13:02

KBR68H – Brazil berencana mengajak kelompok BRICS untuk memprotes kebijakaan ekonomi yang tidak adil oleh Amerika dan Eropa. BRICS merupakan kelompok negara yang ekonominya berkembang pesat, yaitu Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan. Menteri Perdagangan dan Perindustrian Brasil Fernando Pimentel mengatakan, sumber permasalahan ekonomi dunia ada di Eropa dan Amerika. Sebab, negara-negara kaya itu terlalu berfokus pada perluasan pasar dengan suku bunga rendah dan program pembelian surat berharga.

Kebijakan itu dirancang untuk menolong Amerika dan Eropa yang bermasalah. Ini mengakibatkan pinjaman jangka pendek membanjiri negara anggota BRICS. Buntutnya, ekonomi mereka kalah kompetitif dibanding Eropa dan Amerika. BRICS tengah mengadakan pertemuan di New Delhi India. Mereka tengah membahas permasalahan bersama dan mengembangkan kerjasama lintas negara.
http://www.kbr68h.com/berita/interna…konomi-amerika

Quote:
Dana/Pinjaman Jangka Pendek Asing Banjiri INDONESIA:
Dana Asing Kian Banjiri Indonesia (IHSG Bisa Tembus Level 4.000)
Kamis, 19 Januari 2012, 07:08 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Dengan kenaikan peringkat Indonesia oleh Moodys menjadi Baa3 memberikan keyakinan lebih kuat kepada para manajer investasi asing untuk masuk ke Indonesia. Dana asing pun diperkirakan akan semakin deras masuk ke Indonesia. “Ini semakin menguatkan argumentasi untuk para hedge fund atau fund manager asing untuk masuk ke Indonesia. Setelah kenaikan rating dari Moodys ini harusnya semakin menguatkan keyakinan pemodal dalam negeri untuk masuk ke dalam pasar modal dengan alasan jangan sampai ketinggalan dengan pemodal luar negeri,” ujar Kepala Riset PT MNC Securities, Edwin Sebayang saat dihubungi INILAH.COM, kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, apalagi saat ini yield obligasi lima tahun dan 10 tahun Surat Utang Negara (SUN) semakin menurun serta bunga deposito semakin tidak menarik. Dampak positif terhadap bursa saham Indonesia sangat positif. Edwin memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat ke level 4.500 pada akhir 2012.

Hal senada dikatakan Kepala Riset PT Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan, dengan adanya investment grade maka terbukalah kesempatan manajer investasi asing untuk masuk ke negara yang sebelumnya belum mendapatkan investment grade. Sementara itu, Kepala Riset PT Henanputih Rai Securities Felix Sindhunata menuturkan, dalam jangka pendek kenaikan peringkat tersebut memberi momentum positif ke bursa saham. Tetapi dalam jangka panjang investor akan melihat fundamental ekonomi khususnya ekonomi eksternal.

Sedangkan Vice President Research PT Valbury Asia Securities, Nico Omer J mengatakan, kenaikan peringkat tersebut belum ada pengaruh besar dalam jangka pendek karena sebagian sudah terpotong. “Kalau dampak jangka panjang investor institusi akan bisa berinvestasi di pasar modal Indonesia,” tegas Nico. Menurut Edwin, kini Indonesia tinggal menunggu aliran dana asing yang semakin deras masuk ke Indonesia. Memang diakui kenaikan peringkat dari Moodys ini di luar dugaan. “Tinggal tunggu tanggal mainnya capital inflow akan masuk lebih deras ke Indonesia, kenaikan rating dari Moodys ini di luar dugaan karena diperkirakan sekitar Februari atau Maret,” kata Edwin. Sedangkan krisis Eropa, menurut Edwin, hal itu hanya memberikan pengaruh kecil terhadap indonesia.” Krisis Eropa hanya dijadikan sebagai krikil-krikil saja,” tutur Edwin
http://m.inilah.com/read/detail/1820…jiri-indonesia

Dana Asing akan Banjiri Pasar Obligasi Domestik
Sabtu, 17 Desember 2011 12:00 WIB

TRIBUNNEWS.COM JAKARta. Begitu Fitch Ratings mengerek peringkat utang Indonesia ke kasta investment grade, harga obligasi negara langsung menanjak. Sedang imbal hasil atau yield surat utang menyusut. Satu contoh, yield obligasi pemerintah Indonesia berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) yang jatuh tempo 2021 menurun dari sebelumnya 4,30% menjadi 4,03%. Harga obligasi yang diterbitkan perusahaan swasta Indonesia yang bergerak di sektor batubara juga meningkat. “Aliran modal asing ke Indonesia bisa deras mulai tahun depan. Ini berdampak pada penurunan yield,” ujar Rahmat Waluyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Jumat (16/12/2011).

Tapi Rahmat menduga penurunan yield obligasi negara di 2012 tidak terlalu tajam. Alasan dia, pemodal asing sudah lama memperkirakan kenaikan peringkat Indonesia ke level investment grade. I Made Adi Saputra, analis obligasi NC Securities, mengatakan pelaku pasar obligasi bereaksi positif atas predikat investment grade Indonesia. “Global bond yang jatuh tempo 2012 naik 40 basis poin dibandingkan hari sebelumnya dan diikuti penurunan yield,” tutur dia.

Semakin marak
Analis juga melihat pasar obligasi Indonesia bakal semakin marak pada tahun depan. Setelah Fitch, pelaku pasar kini menunggu aksi dua lembaga pemeringkat lainnya, yakni Moody\’s Investors Service dan Standard & Poor\’s (S&P). Moody\’s dan S&P diperkirakan akan mengikuti jejak Fitch, memberi Indonesia status layak investasi. Dus, investor asing bakal merangsek masuk pasar Indonesia. “Indonesia masih memberikan return menarik dibandingkan negara lain yang memiliki rating sejenis,” ujar Ariawan, analis obligasi Mega Capital Indonesia.

Tapi analis mengingatkan ketidakpastian global masih membayangi pasar domestik. Pasar obligasi diperkirakan masih berfluktuasi di 2012. Karena itu, yield SUN tidak akan turun terlalu jauh dibandingkan tahun ini. Yield SUN bertenor 10 tahun diperkirakan 6,1%-6,5% pada 2012. Adapun SUN bertenor 20 tahun akan mencatatkan yield 7,1%-7,5%. “Asing akan masuk ke SUN bertenor 10 tahun, 15 tahun, atau 20 tahun. Sebab, seri-seri tersebut akan menjadi benchmark pada tahun depan,” ujar Ariawan.
http://www.tribunnews.com/2011/12/17…igasi-domestik

Mulai Merugikan, Asia Desak Eropa Cabut Sanksi Iran
Sabtu, 17 Maret 2012 10:17 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Perusahaan asuransi Jepang dan Korea Selatan berusaha membujuk Uni Eropa untuk mempertimbangkan kembali sanksi terhadap Iran sehingga pasar asuransi di Eropa dapat kembali meng-cover pengiriman minyak Iran ke Asia. Sebuah sumber pemerintah Korea Selatan mengatakan, “Kami berpendapat bahwa peraturan ini [sanksi Uni Eropa] terlalu luas karena juga merugikan perusahaan non-Eropa. Tidak hanya Korea Selatan tetapi Jepang, Cina dan negara lain juga menghadapi situasi yang sama.”

Para menteri luar negeri Uni Eropa pada tanggal 23 Januari sepakat melarang impor minyak dari Iran dan membekukan aset Bank Sentral Iran di Uni Eropa. Sanksi tersebut akan efektif penuh pada tanggal 1 Juli 2012, guna memberikan kesempatan bagi negara-negara anggotanya untuk mempersiapkan diri dengan kondisi baru dan menemukan alternatif untuk pasokan minyak mentah selain dari Iran. Sumber yang menolak menyebutkan namanya itu menambahkan, “Kemungkinan kita tidak akan menerima minyak mentah Iran mulai tanggal 1 Juli jika solusi tidak tercapai.”

Perusahaan asuransi Eropa memberikan jaminan terhadap sebagian besar pengiriman minyak mentah dunia, dan sanksi yang ditentukan oleh Eropa itu dapat mencegah pembeli dari Asia mengimpor minyak mentah Iran. Seorang pejabat pemilik kapal tanker Cina dalam hal ini mengatakan, “Perusahaan tanker Cina juga mengalami resiko yang sama seperti Eropa mengingat sumber asuransi yang sama.” India dan Cina menentang embargo AS dan Uni Eropa yang bertujuan memaksa Teheran menghentikan program energi nuklirnya.
http://www.republika.co.id/berita/in…ut-sanksi-iran

—————–

Bukan hanya negara-negara BRICS saja yang terkena imbas akibat penerapan strategi banjiri dana jangka pendek ke negara-negara yang ekonomi bagus seperti anggota BRICS, di Asia ini, Indonesia adalah negeri yang bagus ekonominya sehingga jadi target mereka pula. Lihat aja banjir dana jangka pendek itu yang terus bertambah setahun terakhir ini, terutama di BEJ. Sementara strategi lainnya dengan cara mengajak negara-negara di seluruh dunia untuk menghentikan impor minyak dari IRAN, atau di kenakan sanksi keuangan bila hingga 1 Juli 2012 nanti tidak mengurangi atau menghentikan impor minyak ke negeri Mullah itu, merupakan strategi lainnya yang banyak ditentang banyak negara di dunia. Indonesia termasuk negara yang kena imbas akibat kebijakan picik AS ini (disuruh berhenti beli minyak dari IRAN, lalu di sarankan beli ke Arab Saudi atau pasar spot, yang umumnya negeri itu dan pasar minyak itu sudah dikuasai perusahaan asal AS dan Eropa), sehingga minggu lalu Indonesia termasuk salah satu dari 12 negeri yang terancam sanksi keuangan AS itu karena masih dituding mengimport minyak murah dari IRAN (silahkan baca beritanya). Akibatya harga minyak global melonjak naik (beritanya). Kondisi itu semua, boleh jadi mengakibatkan perekonomian kita agak tertekan belakangan ini sehingga ekonom Pemerintah menganjurkan pengurangan subsidi BBM itu.

Comments are closed.