Kami (Para Wanita) Tidak Matre.


Abis ngaskus, dapat artikel yang bagus dan cukup mendewasakan (menurutku).

………………………….

kami (para wanita) tidak matre. akan kami beberkan kenapa kami benci cowok kere.


jangan salah paham. yang dimaksud kere bukanlah miskin, tapi kere = ga punya uang. orang miskin belum tentu kere, tapi orang yang ortunya kaya bisa aja kere karena boros.

———-

untuk kami para perempuan dewasa dan bukan ababil, yg tidak hanya punya hati tapi logika, pria kere bukanlah pilihan hidup.

kenapa?

jawabanya simple. pria kere = pria yang tidak bertanggung jawab.

sebenarnya kami, para wanita adalah mahluk yang lebih menggunakan hati dibandingkan logika. tapi apa yang membuat kami mengikuti logika kami dengan memilih pria yang tidak kere?

jawabanya jg sangat simple. kami sudah entah pernah menjalani atau menyaksikan hubungan dengan pria yang kere (baca kere: tidak punya tanggung jawab) dan berakhir menghancurkan mental, fisik, serta hati hancur berkeping keping.

—————————————————————————————————————————–
mengapa kami bilang pria kere = pria tak bertanggung jawab?
coba anda saksikan percakapan berikut:

—————————————————————————————————————————–

cecep: yem kita jalan jalan yuk cari angin
sutiyem: mau ke mana yank?
cecep: kemana aja deh kaki melangkah. yg penting bisa berduaan sama kamu.

1 jam kemudian

sutiyem: yang kita udah jalan kaki dari tadi, aku haus nih
cecep: maaf yang aku ga punya uang buat beliin kamu air
sutiyem: ya udah gapapa aku yang beliin deh…

—————————————————————————————————————————–
atau percakapan berikut
—————————————————————————————————————————–

ayu: cin, aku laper nih, pulang sekolah kita ke kantin dulu yuk?
deni: duh cin, gue bokek nih kemaren gue kalah nih taruhan bola
ayu: ah kamu cieh taruhan bola mulu. bete ahh…
deni: yaudalah ngutang aja dulu deh ama ibu kantin besok aku bayar

besoknya

ayu: den dicariin tuh ama ibu kantin
deni: duh beb kamu bayarin dulu deh gue ga ketemu bokap tadi pagi ga sempet minta
ayu: yaudah deh gapapa

—————————————————————————————————————————–

atau mungkin percakapan begini
—————————————————————————————————————————–

meilina: gimana hari ini kamu keterima kerja?
andy: belum hon, aku tungguin dirumah tadi ga ada tlp, email, atau surat panggiln kerja
meilina: aduh kasian kamu…
andy: maaf ya hon aku ga punya uang paling bisa ajak kamu jalan jalan ke taman surapati
meilina:emang mobil akmu ada bensinya?
andy: bensin sih ada, pake mobil nyokap bensin full. tapi ga punya uang buat beliin kamu makan minum
meilina: aku juga ga punya uang….

1 tahun kemudian

meilina: masih belum ada panggilan kerja? jadi malam mingguan ke taman lagi?
andy: tapi ga ada bensin, mobil bonyok lagi dipake… jalan kaki aja ya

—————————————————————————————————————————–

seperti percakapan diatas yang biasa terjadi di masyarakat (mungkin agan sekalian pernah mengalami) ujung ujungnya perempuan yang jadi korban. perempuan sudah harus melayani suami, mengurus rumah tangga, bertarung nyawa melahirkan anak untuk suami, membesarkan anak sebaiknya, menyusui anak dan mengajari anak, masih harus cari uang juga untuk suami?

anda mengatakan kami berhati dingin tidak mau menerima apa adanya, tapi bukankah sebenarnya anda yang berhati dingin setega itu membiarkan kami wanita menjadi ibu untuk anak anak juga ibu untuk suami kere yang masih harus dinafkahi dengan banting tulang?

dan setelah kami banting tulang menafkahi kalian dan anak apa kalian akan makin giat mencari kerja?
tidak, kalian akan keenakan dengan gaya hidup malas dan terus hidup bergantung istri.
sekarang kalian mengatakan tidak akan seperti itu tapi faktanya menurut sebuat majalah tabloid wanita, hasil survey hanya 2 dari 300 pria yang yang tidak akan seperti itu, sementara sisanya akan menjadi suami pemalas yang kerjaanya nonton dirumah, atau suami kasar yang kerjanya hanya mukulin istri dan mabuk mabukan.

dan untuk saya menjelaskan lebih dalam ijinkan saya bertanya kepada anda para lelaki. mengapa kami menyebut lelaki kere adalah lelaki tidak bertanggung jawab? bukankah kalian sudah berusaha untuk mencari uang/pekerjaan?

jawabanya?

apa kalian yakin kalian sudah berusaha?
banyak jalan menuju roma, banyak cara mencari uang.

-yang punya motor walau bokek bisa ngojek atau minjem motor temen ngojek.
-yang punya sim A bisa jadi supir Taxi
-yang masih sekolah bisa berhemat atau bisa jualan disekolah.
-bisa jualan mie ayam depan rumah
-bisa banyak lagi yang bisa dilakukan

kalian lelaki kere cuma modal motor, nanti malam mau kencan ga ada uang. apa yang akan dilakukan? ngutang kanan kiri atau pasrah menunggu nasib?
ckckckckckckckkk..
kalian kan bisa ngojek biar malam nanti ada uang buat kencan.
apa menurut kalian lelaki ngojek itu merendahkan harga diri?
kenapa pemikiran kalian begitu? kan ngojek halal. lebih baik mengojek dari pada sudah ngajak kencan lepas tanggung jawab ga punya uang.
atau bahkan lebih baik jangan mengajak kami kencan kalau tidak punya uang. itu kan yang dinamakan bertanggung jawab.

jadi pada intinya kami wanita buka mencari pria kaya dan kami bukan meremehkan pria kere. tapi kami hanya mencari pria bertanggung jawab.
pria yang bisa mempertanggung jawabkan segala perbuatanya dan bisa melindungi kami. karena wanita hanyalah seorang wanita yang sekuat apapun hanya setangkai bunga yang rapuh sehingga perlu dijaga keindahanya.

itulah penjelasan sederhana dari kami untuk para pria.
bila anda menginginkan kami, maka jadilah sesosok pria penuh tanggung jawab, maka kami akan menerima anda apa adanya.
jadilah imam yang bisa membimbing kami dan memenuhi segala keperluan kami lahir dan batin.

1 lagi terakhir carilah perempuan yang sesuai dari kalian. jangan muluk muluk, ok

Quote:

Originally Posted by live2heal

Oooooo begono

Spoiler for komeng:

Mungkin lebih tepatnya cowok gak bertanggung jawab. Kere itu setau ane sih sama kyak miskin..

Dan setau ane gak semua cowok miskin itu gak bertanggung jawab.


Ina : Yang, kita jalan yuk malem ini mau gak ?
Rian : Maaf ya, tapi aku harus bantu orang tua ku nyari duit
Ina : Ooo, kalo gitu aku temenin aja ya
Rian : Gak usah, ntar kamu malah kecapean lagi
Ina : Gapapa kok , yang penting kita bisa berduaan
Rian : Tapi, maaf ya aku gak bisa ngasih kamu upah
Ina : Yeee, ngapain pake digaji segala, emangnya aku apaan. tenang aja yang, aku ikhlas kok

Nah, see ?..
Kriteria cewe juga yang memilih, kalau emang dasarnya pengen dimanja ya pilih yang kantong tebel

Kalo mau mandiri jadi contoh keteladanan, pilih yang bertanggung jawab…

nah agan salah, apa agan pernah liat cowok berbakti seperti diatas kekurangan cewek? jangan salah mereka cowok yang diperebutkan oleh wanita.
yang kita maksud kere bukan cowok seperti itu.
cowok kere itu cowok yang ga punya uang sama sekali. kere ama miskin beda loh, jangan disamakan.

cowok miskin belum tentu kere. dia ga punya uang sepeserpun tapi dia rajin kuliah, mati2an kerja buat kuliah.
ini yang kita cari

cowok miskin belum tentu kere. dia bantu2 orang tua jualan, sangat berbakti dan memiliki penghasilan sendiri walau hanya dari bantu orang tua jualan. ini yang dicari

cowok yang dibilang cewek kere dan dijauhi:
1. cowok yang sudah miskin ga punya kerjaan pula.
2. cowok yang pelit meski banyak uang tapi maunya hidup dari uang perempuan
3. cowok yang terlalu muluk. misalnya kenek angkot ngejar2 paris hilton buat dipacarin. sudah tentu dipandang kere sama paris hilton anak milyuner dunia. mana doyan doi makan nasi goreng tek tek?
sekalipun dia mau ama situ apa situ bisa menuhin keperluan dia? keperluan cewek sekaliber sosialita kelas atas banyak dan menghabiskan hingga miliaran dalam sebulan. apa situ sanggup bayarin?

jangan anda salah, ada juga cewek yang bener2 matre. misalnya pembokat yang ngincernya anak presiden, ogah ama tukang ojek atau cewek yang ogah ama seorang cowok karena dia kere, walaupun cowok itu seorang yang giat kerja.

tapi anda juga jangan salah paham!

saat kami mengatakan “kami bukan cewek matre tapi kami tidak mau dengan cowok kere” = kami memang benar2 tidak matre. kami memikirkan masa depan kami. jadi jangan salah paham, memukul ratakan dan menyamakan kami dengan cewek yang benar2 matre.

gini ya, gue emang have sex ama laki gue dari sebelum gue nikah. gue ga muna dan ga takut buka dosa. tolong jangan dikaitkan dengan thread ini.
THREAD ini keluar bukan karena gue SUCI tapi karena rasa prihatin gue dengan sesama wanita

 

Quote:

Originally Posted by arukids

Pada intinya, disini sist mau menyampaikan bahwa para wanita lebih suka sama lelaki yang bertanggung jawab yang tidak selalu bergantung sama orang tua bahkan orang lain. Ane juga sadar. Ane sebagai lelaki harus memikirkan hal itu. Itu sebabnya banyak yang harus di benahi sebelum memasuki suatu hubungan yang serius. Dari segi sikap maupun materi.

dari segi sikap yang terpenting. kalau materi bisa dicari yang penting sikapnya bertanggung jawab dan mau usaha. justru wanita bisa jadi pendorong semangat terbaik.
untuk materi, kalau sudah mapan baru boleh punya anak. soalnya anak titipan yang kuasa, harus punya tabungan dulu agar bisa merawat sebaik baiknya

Quote:

Originally Posted by adhyana

hahaha gitu ya neng. mirip gw dong. dulu mantan gw anak orang kaya sekolah di luar negeri sedangkan gw biasa aja. tapi gw masih anak kuliahan. dulu mantan gw ini sebenernya jadi motivasi gw untuk sukses supaya gw bisa bikin dia bahagia nantinya. tapi sayang skrg udh putus. mungkin krn gw kere

gue ama suami juga. papa gue CEO, rumah gue di menteng, dan gue lulusan amrik. cowok gue pribumi, orang cirebon, papanya pensiunan ibunya mantan pembantu rumah tangga. dia kuliah di trisakti dengan modal biaya jual motornya, jualan lauk makanan di kampus dan keliling dan meres keringet belajar saat malam.
tapi gue liat usaha dia dan niat dia. gue tau orang dengan hati seperti dia masa depanya cerah. gue harus jadi pendorong semangat, biar nanti saat dia sukses semua akan lebih indah.
sekarang gue udah merit ama dia, si miskin yang sering ga bisa bayar kos saat kudu bayaran semester dan tidur di mesjid, si miskin yang dihina hina papa uda jadi seseorang yang berharga di kalangan masyarakat.

dialah mr perfect buat saya. meski ga punya uang dia bukan cowok kere. meski miskin dia bukan cowok kere. buktinya masih bisa bayar uang kuliah kan? di trisakti pula.

Quote:

Originally Posted by yosimulya

Betul itu..
klo mau kerja pasti ga ada kata ga pnya duit..
duit bisa dpt dari mana aja.
cewe wajarlah klo gtu.
secara hidup kan butuh biaya.
jd wajarlah klo cewe cari cowo yg bisa menafkahi dia. CMIIW

ini dia yang gue maksud. tapi kok banyak yang salah tangkep ya?

Quote:

Originally Posted by irune

Ane setuju banget sama TS. Ane cowok/suami/dan calon ayah merasa terdzolimi jika ada cowok yang menggantungkan hidup sama seorang istri.

Bahkan di tempat ane lebih parah lagi gan/sis, Bininya jauh2 disuruh jadi TKI ke Arab Saudi, eh si lakinya malah kimpoi lagi.

Oya, buat para sista ane kasih tau ya, biasanya kalo cowo kere (versi TS) gombalannya akan sangat2 berbisa. Jadi jangan sampe kena omongannya.

wah parah parah parah… buat temen2 para wanita jangan ampe kena gombalan cowok kere ya, kasihanilah dan cintailah diri kalian sendiri jangan ampe kemakan cinta buta

Quote:

Originally Posted by y2kfunk

hmmm…. masalah cowok “kere” ya?
ane bisa nangkep apa maksud TS. “kere” dalam tanda kutip jangan diartikan kere=miskin. “kere” dalam tanda kutip lebih mengarah ke kepribadian dan sifat yang “miskin”. biasanya kepribadian ini ada pada cowok2 yg masih labil. namun tidak menutup kemungkinan ada cowok yg udah dewasa dalam segi umur namun pikiran masih kayak anak TK.

cowok adalah pemimpin rumah tangga. cowok adalah imam bagi istri dan anak-anaknya. itu sudah ketentuan dan ada di dalam Al-Qur’an (sori, bukan bermaksud sara). jadi bukanlah sebuah kewajaran, tapi merupakan sebuah kewajiban cowok mampu mengayomi istrinya.

jadi merupakan hal yang wajar jika cewek minta dimanja karna itu haknya. dan merupakan hal yang ga wajar jika cowok minta dimanja ceweknya apapun alasannya.

saran buat para lelaki, jika kamu masih belum memiliki rasa tanggung jawab, jangan coba-coba mengenal kata “pacaran” ataupun “menikah”. pupuk dulu rasa tanggung jawabmu, kaya atau miskin, ganteng atau jelek itu persoalan sepele.

taruh pejwan sis kalo berkenan

10 HAL YANG DIHARAPKAN SEORANG WANITA ADA PADA PRIA-NYA

1: bertanggung jawab
2: tau prioritas
3: pengertian
4: bisa selaras dan sejiwa dengan kekasihnya
5: tidak egois
6: mencintai kekasihnya sepenuh hati
7: dewasa dan bisa membimbing
8: memiliki harga diri
9: innovative
10:memiliki perspective

Quote:

Originally Posted by Mufakreasan

Ane masih kuliah, tapi udah kerja Gan… Selama ini ane pacaran ama cewek ane yang masih kelas 2 SMA, hampir setiap ane jalan ane yang nanggung semua mulai dari makan, bensin, motor, sampe pulsa. Kadang juga bantuin bayar kebutuhan sekolah dia beli peralatan praktikum yang harganya ratusan ribu.
Orang tuanya petani, ya kondisinya kecukupan meski kadang kekurangan.

Namun begitu ketika Ane lagi krisis, sempet lagi gak ada motor n duit, kita jalan dia yang jemput, bahkan pernah sampe yang ngajak makan n traktir.

So, memang laki-laki harus bertanggung jawab. tetapi wanita tidak hanya selalu menuntut tanggung jawab, melainkan juga harus mampu jadi sandaran ketika kami terjatuh untuk nantinya bangkit lagi.

Bahkan sampe sekarang do’i ngebet banget pengen punya kerjaan katanya gak pengen terlalu ngrepotin ortunya, Tapi ane belum izinin karena skulnya lebih penting, takutnya ntar keganggu malah gak lulus-lulus.

request pejwan y TS!!

makanya ane bilang kan, jadilah sesosok yang bertanggung jawab maka kita perempuan akan menjedi yang terbaik untuk anda.

diliat dari penjelasan lo, lo orang bertanggung jawab, biar mungkin waktu itu miskin tapi ga kere karena lo masih berusaha nyari uang.
ada saatnya bila saat seperti itu cewek yang maju. tapi itu dengan syarat cowoknya ga keenakan tapi malah malu dan terharu

Quote:

Originally Posted by rizqia

aku termasuk yang setuju sama TS, padahal maksud TS ini baik lho, dia membela wanita,

aku juga memilih lelaki/suami yg bertanggung jawab.., karena ada yg lebih penting yaitu ANAK…, Alhamdulillah pilihanku tidak salah, aku memang memilih suamiku karena memang dari segi agama, pekerjaan dan umur dia sudah mapan dan dewasa, dan ketika melahirkan anak pertama, siapa yang menyangka anakku mengalami cacat di kakinya, sehingga butuh operasi , dan biaya operasinya sampai 50 juta ( ini kisah nyata aku)..

dan aku sama sekali tidak punya tabungan, untungnya suami aku punya fasilitas dari kantornya untuk membiayai operasi anakku…, disitu aku bersyukur karena punya suami yang sudah mapan di pekerjaannya (bertanggung jawab), dan tidak memilih asal2an…

aku setuju sama TS, lelaki yg baik adalah lelaki yg bertanggung jawab, tidak terpikirkan dalam benak aku, kalau aku menikahi lelaki penggangguran bisa jadi anakku tidak bisa dioperasi…

dan memang semua itu takdir Tuhan, kita tidak pernah tahu apa yg akan terjadi nanti, tapi selalu ketika mau menikah pikirkanlah anak, masa depan anak dan jangan sampai merugikan anak hanya karena memilih pria yg salah, karena akan anak yg sengsara…

SETUJU SAMA TS…….

disini banyak pria ga tau malu yang memaksa istri juga bekerja biar ga minta terus. padahal kan istri tanggungan suami? dan kalau emang suami bertanggung jawab cuma terhendat jalanya dan butuh dorongan biar sampai ke puncak, wanita juga ga segan segan bekerja atau melakukan papun yang bisa membantu suami! ingat itu woi para pria kucluk!

dan pada saat sepeti diatas, anak membutuhkan kehadiran istri 24 jam setiam hari. palagi saat sudah menjelang usia sekolah akan butuh banyak dukungan mental dari ibunda. butuh banyak biaya pengobatan.

kalau situ ga punya kerjaan, gimana mau bayar ini semua?

Quote:

Originally Posted by antonmitsubishi

sist,ane setuju banget ama statment ente,,malah ane mendefinisakan lebih extrime lagi,jika cowo atau kepala keluarga tidak bisa memberikan kehidupan ke keluarganya mati aja lo,,,karna>

1.sebetulnya apapun bisa jadi duit asal kreatif dan mau berfikir keras.
2.inget motivasi yang utama itu adalah kebutuhan hidup
3.bercermin pada maling,diapun yang melakukan hal yang dosa di berikan rejeki apalagi kita yang nyari rejeki halal,
4.yakin,semangat..
5.jangan malas
6.jangan pernah mengasihani diri sendiri

where there is a will there is a way, tinggal dibubuhin usaha keras. sayangnya sekarang sudah sedikit pria berprinsip begini kalau diliat dari komeng2nya kebanyakan pria ga mau usaha :

nih buat ente ente yang muslim, baca!!

Quote:

Originally Posted by xker

Anak adalah tanggung jawab orang tuanya, terutama ayahnya, apalagi bila anak itu perempuan. Makanya ada yang namanya Ijab Kabul, serah terima dari ayah si anak perempuan kepada calon suami si anak perempuan.

Berarti semua tanggungjawab terhadap terhadap anak perempuan itu berpindah ke pundak sang suami setelah Ijab Kabul diterima. Tanggung jawab ini tidak main-main karena diucapkan dengan nama Allah SWT dan disaksikan oleh dua orang saksi dan penghulu.

Makanya disini ada yang namanya mas kaawin, sebagai bentuk kesiapan materi dari suami, mas kaawin.. itu sangat lebih baik .tunai tapi diperbolehkan juga hutang dan itu harus disebutkan apakah tunai atau hutang.
Disitulah terlihat bahwa laki-laki untuk dapat mengawini seorang wanita HARUS punya materi, meskipun itu dari hasil berhutang yang harus dibayar.

(waduh, tiap nulis kaawin a nya satu berubah jadi kimpoi…)

Buat cowo jangan bilang semua wanita matre, karena pada dasarnya cowo yang nanti jadi suami harus memberi nafkah istrinya, lahir dan batin.
BUKAN SEBALIKNYA.

Dari masa pacaran sudah bisa dilihat apakah cowo itu bertanggungjawab atau cewenya yang matre dan jangan salah, banyak juga cowo yang matre…

 

Original Links Are ;

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10877878 or

http://livebeta.kaskus.us/post/000000000000000666889454#post000000000000000666889454

Comments are closed.