momentum dan halusinasi


Menari dalam laju debu dan halilintar, melaju dengan kecepatan momentum dan halusinasi yang kental dengan percikan serotonin. Senantiasa melaju dan mempercepat langkah, kendati gontai dan lelah, karena sesuatu yang lebih agung dan anggun akan menanti disana dalam sekejapan mata. Biarkan tubuh bebas melayang dan terbang dalam balutan awan dan hujan, hingga segala rasa membaur dalam tetes-tetes hujan dan bening salju sang awan.

Diseberang sana, istana menjulang megah bersama dengan beribu menara dan kastil yang senantiasa memancarkan ketakjuban dan keindahan yang absurd. Disana sang puteri bercanda dengan kupu-kupu dan siluet pelangi dalam setiap tutur dan langkahnya, hanya ketika sebuah senyuman menyublim bersama warna-warna ritmis dalam setiap degupan angin desah nafas. Ah, sebuah keindahan yang terlalu.

Disini hanya ada sang petualang dengan segala hawa memburu dan kesat, dalam setiap laksa yang terlewati. Hanya slide-slide kosong & tak berwarna, hanya ada sebuah cerita, mimpi-mimpi, keyakinan, dan hela nafas panjang.

Jogjakarta, purnama ketiga pertengahan 2012

Comments are closed.