Dan Ketika


Ada sebuah hari ketika kita tidak harus bertanya musti dari mana lagi. Dan ‘ketika’ itu pada akhirnya datang kedalam kehidupanku, ada banyak hal yang terasa disana. Tatkala ia datang; semua unsur menyatu dan bersimulakrum bersama dalam satu warna-warna yang menakjubkan, ia dapat dirasakan dengan penuh energi yang berdentum-dentum; karena ia adalah sebuah unsur baru yang tercipta dari segala warna serta rasa, endorfin-morfin-selaktanin-adrenalin, akh…terasa tuntas sudah (untuk sementara waktu).

Momentum itu tiba ketika usiaku sudah bertambah dan menengadah (entah untuk keberapa sekian kalinya), ada sebuah konklusi sederhana yang pada sebuah titik memaksaku untuk tidak lagi, mustio bertanya akan bagaimana lagi. Dan unsur itu, pada akhirnya sekarang melahirkan sesuatu yang baru, sesuatu yang hidup dan berenergi; kerinduan-cinta-petualangan; oh Gusti….Indah sekali. Ketika tulisan ini mengalir dan menetes dengan pelan, dadaku terasa sesak dan pengap dengan segala dentuman warna & rasa yang berloncatan, memekakkan segala dinding membran sel keyakinanku.

Aku hidup kembali & lagi, karena segala sesuatunya belumlah berakhir (untuk saat ini dan nantinya)

Jogjakarta, pertengahan purnama ketiga 2012

Comments are closed.