Tips mengatasi copet dan berbagai macam kejahatan


Kay, kita mulai yak

  1. Doa
  2. Naik angkotan umum yang agak sepi
    Hati-hati kalo ada sekelompok orang yang tiba tiba masuk angkutan umum. (Copet selalu berkelompok)
  3. Hati-hati kalo ada orang yang berusaha mengalihkan perhatian (pura2 duit ilang lah, mau muntah lah, apa aja deh)
  4. Duit jangan taruh di dompet semua, pisah2 di semua saku. Jadi kalo lagi apes kena copet, masih ada persediaan.barang penting seperti pasport, ktp, atm, kartu kredit, taroh tempat yang paling aman (tas ransel, di kalungin, dll)

Sdikit nambahin, kawan :

Klo kepaksanya hrus naruh dompet; mending ditaruh disaku kiri belakang (karena untuk beberapa copet, ini adalah pertanda orang sendiri, aku dapat dari temen copet;), serius ne.
Klau masih nggak yakin ama point a, taruh aja dompet disaku celana depan.
Dan kalau ternyata (ckckck….) nggak sepakat lagi ama point a ama b, g usah bawa dompet aja
sekalian (masukin uang lebih di tas, lipatan buku, disepatu ;D –aku pernah nyoba kok, sueer—)
dan sisanya (yang dibutuhin buat bayar bus, beli jajan, taruh aja di saku celana depan)

Definisi waspada menurutku adalah (hehe….);Buat bahasa tubuh ma wajah yang pokoknya cool abis (jangan kayak  orang ilang to bingung, apalagi bloon—meskipun kita dalam  posisi bingung–) Cuek aja (cuek tapi tetep pasang mata ma telinga)

Bacalah bahasa tubuh orang disekitarmu, kalau kita dah terbiasa berlatih, kita pastinya akan
senantiasa diingatkan oleh tanda ma pratanda disekitar kita.
Lebih baik bila kita g berlagak sok (sok keren, sok ganteng, sok cakep, sok bawa barang mahal—tas
laptop misal—) ketika ditempat umum (khususnya dikendaraan umum—bus ekonomi, kapal ekonomi,
kereta api ekonomi—, karena cepat ato lambat hal ini akan mempersulit diri kita sendiri.
Kalo kita tahu disekitar kita ada copet dan ternyata sedang beraksi dan misalnya nih, kita pengen
nolongin tuh orang, aku ada sedikit saran nih. (sekali lagi misalnya, karena dalam situasi kayak gini
lebih banyak orang untuk memilih posisi aman—-dengan diam, dan g berbuat apa-apa).
Baca keadaan (situasi)  sekitar , biasanya copet sering bawa 1 tim untuk melakukan aksinya. So, hati-
hati kalo mo nolong jangan-jangan kita sendiri yang disangka copet, ancur deh. Dengan tetep cool
coba cari tahu posisi temen-temennya copet yang lain (ini memeudahkan kita bila kita mau beraksi;)

Kita bawa alat atau kemampuan bela diri nggak?atau minimal untuk mempertahankan diri?
Coba test case dulu (yang pernah aku lakuin adalah, nyoba pake isyarat mata ma penumpang laen
yang sudah kita yakini bahwa dia emang bener-bener mampu buat partner berantem).
Kalau ternyata orang yang kita sangka copet, ternyata sedang berdiri didepan kita/duduk disekitar
kita, maka akan lebih baik untuk menghindari saling bertatap mata (cieee….0, anggap aja kita nggak
tahu apa yang sedang terjadi).

Kalau kita dah yakin bahwa kita yakin siap menolong (dengan sgala konsekuensi logisnya, tentu)
serta di dukung oleh situasi ma kondisi, okay…saatnya beraksi. Gebukin, tapi sekedarnya aja, mereka juga manusia kok.Ending, kalu bisa hindari bertatap mata ama sang pencopet yang dah digebukin (asumsinya kita dah menang), hal ini untuk menghindari mereka untuk balas dendam.

Sorry kawan-kawan, mau nambahin dikit lagi (aku ambil dari forum kawan-kawan yang laen)

Pertama, ini dari blog mantan pencopet –manrik, sekali, katanya sekarang dia udah lebih produktif, selain menang di kontes blog dia juga katanya jadi pengusa, begitu yang tertulis di blognya).

Hari ini, saya akan melanjutkan cerita yg kemarin. Tapi sebelumnya, sekali lagi saya sama sekali tidak bermaksud mengajarkan kejahatan. Ini hanya untuk biar teman-teman waspada saja.

Jadi setelah turun dari bis, kami berdua langsung menuju tempat yg agak sepi untuk melihat hasil jarahan. Dan kemudian dibagi dua, teman saya 60, sedangkan saya dapat bagian 40. Dompet yg sudah kosong, kemudian di simpan didalam tas, untuk dikembalikan sore harinya.
Setelah itu kita naik lagi dan nyari tumpangan bis yg menuju terminal.

Yg kemarin itu adalah modus yg biasa kami lakukan pada saat penumpang sedang sepi. Lha kalo pas rame gimana? Itu malah gampang sekali, kita tinggal menunggu didepan pintu lalu kalo ada mangsa, kita segera melakukan aksi secepatnya.

Pada saat bis melaju kencang, saya yg masih berseragam sekolah, berdiri di depan target sambil bergaya sedang mengantuk berat. Dan teman saya yg berpakaian biasa, berdiri di belakang target sambil bersiapkan menjalankan aksinya nanti di waktu yg tepat.
Nah… pada saat bis mengerem, sedikit saja, saya lalu berpura jatuh dan ambruk ke arah target. Dan disaat yg bersamaan, teman saya langsung mengambil dompetnya. Setelah saya melihat teman saya ngeluyur menuju pintu belakang, saya segera minta maaf dan bersiap turun dari pintu depan.
Dan sepetri biasa, sampai di luar, kami lalu berbagi hasil, sekalian berbagi tugas mengembalikan beberapa dompet yg banyak berisi surat-surat penting.

Mungkin semua pada bertanya, sudah mencopet koq masih berani beraninya mengembalikan dompet.
Ya itu semua sudah menjadi komitmen kami, bahwa kami mencopet hanya uangnya saja. Dan dengan cara apapun kami akan berusaha mengembalikan dompet itu ke tangan yg punya.

Ya sudah teman-teman, ini mungkin sebuah kisah akhir dari kisah masa laluku. Dan selanjutnya, saya akan mulai menceritakan awal-awal aku kembali ke jalan yg benar. Pesan saya untuk kalian semua kalau sedang bepergian dan naik angkutan umum,

Jaga selalu barang-barang berharganya, karena kejahatan itu selalu ada dimanapun tempat.
Jangan memakai perhiasan yg berlebihan, karena hal itu otomatis akan mengundang penjahat datang.
Jangan menaruh dompet di saku celana belakang atau disaku kemeja depan. Taruh dompet di saku celana depan.
Kalau membawa tas kecil, jangan membiarkan tas tergantung di belakang lengan. Bekap selalu tas kalian di depan dada. Itu untuk menghindari aksi penyiletan (merobek tas dengan pisau silet)
Jangan membuka dompet atau memperlihatkan uang banyak di depan umum. Sebaiknya persiapkan uang ongkos di luar dompet.
Untuk yg mbawa hp, jangan menaruh hp di saku kemeja depan, apalagi kemudian ditinggal tidur. Karena tangan-tangan copet itu sudah sangat trampil dalam mengambil uang atau hp tanpa disadari oleh yg punya.

Hati-hati dan waspada terhadap orang tidak dikenal yg tiba-tiba sok akrab dan mengajak bercanda ngalor ngidul, karena para copet itu selalu menggunakan segala cara untuk memperdaya mangsanya.
Waspadalah apabila kalian tiba-tiba ditabrak seseorang di keramaian. Itu adalah salah satu trik lama para pelaku kejahatan.

Ini biasanya Ibu-ibu yg melakukannya. Jangan memegang dompet dalam genggaman tangan sambil membawanya berjalan di keramaian. Ini bisa memicu aksi nomer 8 tadi.
Terakhir ini. Jangan menaruh uang di (maaf, ini biasanya Ibu-ibu juga yg melakukan) Jangan menyelipkan uang di ‘pakaian dalam’ (kutang). Mengapa?

Karena selain uang itu tidak stiril, banyak mengandung kuman dan habis dipegangi tangan banyak orang, hal seperti itu juga sangat berbahaya kalau ada copet yg nekad. Maksudnya??
Ya coba saja dibayangkan sendiri, lha kalau copet itu nekad merogoh uang yg diselipkan tadi, kan otomatis barang berharganya ikut tersentuh, hehehe….Yang ini guyon teman, biar ndak tegang.
Ya wislah kalo begitu sampai di sini saja postinganku hari ini. Besok saya buatkan cerita baru lagi yg lebih seru, tentu saja masih seputar kisah hidup Sang Mantan Copet.

http://www.ikutikutan.com/2009/05/tips-supaya-ndak-kecopetan.html, eni linknya.

Kedua, aku ambil dari forumbebas.com

Pencopet adalah penjahat kelas teri yang beroperasi secara sembunyi-sembunyi yang bisa dilakukan secara sendirian maupun secara berkelompok. Copet melakukan aksi mencopet biasanya di tempat yang ramai penuh sesak seperti bis umum, kereta krl, kerumunan orang, angkot, pasar, antrian atm, dan lain sebagainya. Tulisan ini akan membantu anda agar tidak kecopetan di mana pun anda berada.

Jangan pernah meremehkan copet. Copet bisa dilakukan di tempat yang bonafid yang menurut orang bersih dari tindak kriminalitas. Aksi copet bisa dilakukan oleh orang yang tidak anda kira seperti anak kecil, ibu-ibu, monyet, nenek-nenek, teman sendiri, satpam, orang lugu, cowok ganteng, cewek cantik, dan lain-lain.

Benda-benda sasaran para copet :
– Dompet
– Telepon genggam / hp
– Uang
– Perhiasan
– Ipod / MP3 Player
– Barang elektronik
– Perhiasan
– Dan macam-macam barang berharga lainnya

Yang pasti copet tidak akan perduli akan nasib anda setelah dicopet. Pencopet akan membuang dompet dan tas anda setelah mengambil uang atau barang berharga lainnya untuk menghilangkan jejak. Pelajari modus-modus para copet dari situs web organisasi.org ini dan hindari aksi copet dengan tidak mengundang perhatian copet.

Beberapa metode atau modus pencopet dalam menjalankan kejahatannya :
– Berlagak muntah, temannya menggerayang barang kita
– Belagak ikut turun dari bis sambil buka-buka tas kita dari belakang
– Berlagak mendesak-desak kita dalam kerumunan
– Mengajak ngobrol panjang lebar, temannya beraksi dibelakang kita
– Merobek tas atau celana kita dengan silet / benda tajam
– Tangan copet langsung merogoh kantong kita saat masuk kendaraan umum ramai
– Beraksi saat kita tertidur lelap dalam bis / kereta / dsb

Tips cara mengurangi resiko kecopetan pada barang berharga anda :

1. Buat tempat menyimpan barang berharga anda selain di kantong, di saku, di dompet, di tas, dll yang tidak terpikirkan oleh para copet seperti membuat saku di perut yang tidak terlihat dari luar, di pakain dalam / pelapis, dsb.

2. Jangan taruh kartu identitas, kartu atm dan surat berharga lain di dalam dompet agar jika dompet kecopetan barang anda tidak hilang semua. Yang pasti capek deh kalau harus mengurus ktp, sim, atm, karpeg, kartu kredit, dsb dalam satu waktu.

3. Gunakan pakaian yang kantong atau sakunya ketat dengan bahan yang tidak mudah robek disilet seperti celana jeans agar si pencopet kesulitan memasukkan tangan ke dalam saku celana.

4. Taruh atau gantungkan tas anda pada bagian depan tubuh anda di daerah yang mudah terlihat mata dan dapat anda lindungi dengan tangan anda.

5. Simpan uang cadangan di bagian lain agar apabila copet mencopet dompet anda, anda masih bisa pulang dengan uang cadangan tersebut.

6. Persulit copet dalam mencopet barang pribadi berharga anda seperti misalnya dengan rantai besi, saku celana berrisleting atau berkancing, menaruh barang di pakaian bagian dalam (pakai jaket), dsb.

7. Jangan undang perhatian copet dengan handphone yang berjendol di saku celana, uang yang terlihat menyembul dari saku, saku yang longgar mudah dijangkau tangan kosong, dll.

8. Waspada selalu ketika berada di tempat ramai atau kerumunan orang walaupun di tempat yang anda rasa aman.

9. Jebak copet dengan dompet yang tidak berisi, ponsel mainan, dan lain sebagainya. Simpan barang yang asli di tempat yang sulit dijangkau para copet.

10. Berdoalah kepada Allah SWT agar anda dilindungi dari aksi jahat para pencopet yang pengecut serta anda selamat dari berbagai marabahaya lain di perjalanan.

Tambahan :
Copet tidak mengenal belas kasih dan pilah-pilih korban. Selama ada kesempatan, maka mereka akan mencoba beraksi meraup rezeki yang haram. Hati-hati pula jika mau mengganyang gerombolan copet karena malah bisa kita yang difitnah atau digebuki tanpa ampun, lalu pergi begitu saja. Perluas wawasan anda atas modus-modus pencopet dari media massa.

http://www.forumbebas.com/thread-42912.html

Kay, moga bermanfaat, sorry kalau ada banyak salah. Hati-hati dalam perjalananmu kawan;) Have a nice day.
Aku rasa sementara cukup, moga tambahan sdikit ini bermanfaat. Sorry, kalo ada banyak salah;)
Eh iya, Selamat Berpetualang Kawan!

Comments are closed.