Sekedar Saran, Teman..


Cuman mau sharing aja tentang beberapa hal yang musti aku siapain dalam beberapa perjalanan (review pengalaman aja), oh ya saran ini biasa aku terapkan dalam segala medan (ceile…) ;D;D…
oke langsung ja, yah….

—–Postingan ini tidak bermaksud mengurui atau merasa hebat, cuman sekedar bagi pengalaman aja, sangat banyak kemungkinan akan ada banyak saran yang lebih cerdas , just enjoy it self kay……————

  1. Keyakinan
    Pake keyakinan segala ya?! Uhm, beside from true story with my journey (hehe….), maksudnya sih keyakinan disini adalah lebih baik untuk mempertanyakan kepada diri kita sendiri tentang seberapa yakin kita (termasuk didalamnya itung-itungan kekuatan, kelemahan, kesempatan serta ancaman, oh iya satu lagi kesempatan, konsekuensi-konsekuensi logis apa yang bakal kita hadapi nantinya).
  2. Nah, kalau kita memang sudah merasa cukup tegar untuk melalui perjalanan yang sudah kita rencanakan, ini adalah (bagiku) step pertama yang cukup menentukan. Karena dalam setiap petualangan (apapun itu) ketika tidak ada yang bisa kita harapkan, andalkan, percayai, menemani, hanya ada satu yang kemudian bisa senantiasa menemani kita (bahkan dalam kondisi yang radikal-ekstrim-), dia adalah KEYAKINAN, teman.
  3. Persiapan material yang perlu dan material cadangan (bila perlu).
  4. Berpikir tentang keadaan yang paling buruk Kok kondisi paling buruk ya? apa nggak kebalik tuh?apa nggak bikin jadi pesimis? setiap orang aku pikir, mungkin akan memahaminya dalam konteks yang berbeda pula, that’s fine life is give us a multiple choice.
  5. Begini saudara-saudara (;D;D;D), aku akan lebih nyaman ketika kemudian aku dapat membayangkan sebelumnya tentang bagimana situasi perjalanan yang akan aku hadapi nantinya, sehingga dari situ aku kemudian bisa memikirkan serta melakukan pensikapan yang awal, agar keadaan yang paling buruk (bilapun itu akan benar-benar terjadi) dapat lebih diminimalisasi. Nah, dari titik ini sebenarnya kita kembali mencoba menempa keyakinan kita tadi, karena keyakinan yang hebatpun akan menjadi sangat naif, bilamana tidak berbanding lurus terhadap persiapan yang memadai (persiapan yang matangpun , terkadang bisa jadi akan gagal lho). Sebagai contoh adalah : Ketika clymbing ataupun  aktivitas berbau alam misalnya; disini akan ada banyak kemungkianan diluar nalar dan rencana yang bakal akan (bisa) terjadi. Bila kemungkinan terburuk yang terjadi adalah misal, tersesat atau masuk jurang, maka kita bisa prepare dengan pemahaman medan dan peralatan darurat.
  6. Dalam situasi perjalanan ke kota ataupun ke desa, bisa jadi kita akan menemukan hal-hal diluar bayangan. Kejahatan diatas bus, dipalak, dicopet. Maka perspektif untuk memikirkan kondisi yang paling buruk (mungkin untuk beberapa orang) akan cukup bisa membantu, sbelum kita benar-benar sudah on the road.
  7. Oh iya, lupa di sisi yang lain aku pikir kita juga perlu untuk mempersipakan plan a dan plan b, plan c, dstnya juga boleh. Ohya, kalau tempat yang akan kita tuju ada teman yang bisa menjadi pemandu ataupun sekedar menambah referensi perjalanan kita (ataupun kita bisa menjadikan dia sebagai kontak dalam situasi darurat) akanlebih baik, aku pikir.
  8. Jaga mata, telinga dan tentu saja sikap Hehe….(aa gym, banget yah;D;D…) Intinya dimanapun kita berada, akan lebih baik bila kita tetap waspada (bukan berarti waspada disini diartikan, ketakutan dan tegang berlebih, lha gimana kita bisa menikmati sebuah perjalanan teman?).
    Tentang sikap, ketika kita menghadapi 100 orang (yang tentu saja akan = 100 karakter) maka akan lebih baik bila kita juga menghadapinya tidak dengan sikap pukul rata to?ya to?..Wink. Hormatilah siapapun dan dimanapun kita berada, aku sepakat dengan perkataaan salah satu filsuf pendidikan bahwa, “Setiap Tempat Adalah Sekolah, Setiap Orang Adalah Guru”. Hormatilah, tanpa berharap kita akan dihormati balik, namun dengan menghormati orang lain dan alam semesta, maka kita akan menjadi orang yang terhormat (ceileeee……;D;D…)
  9. Berpikir cepat dan bersikap tepat
    Kata yang sanagt teoritis dan tentu saja idealis banget, tapi perlu kita endapkan dalam-dalam serta kita coba lakukan (trial and error itu pasti, asalkan kita siap dengan segala konsekuensi logis yang akan muncul nantinya).
  10. Insting bahaya, bahasa keadaan (melek kahanan kata orang jawa)

    Wah kalau ini biasanya akan sangat berbeda kemampuan pada setiapa orang, yang akan menentukan besar kecilnya insting ini adalah seberapa besar kita belajar dari pengalaman serta penempaan dalam setiapa perjalanan petualangan-petualangan kita.
    Dalam hal ini aku banyak belajar sedikit-sedikit (masih belajar neh…) tentang membaca bahasa tubuh orang lain, menurut temanku anak fisip, semiotika katanya.

  11. Maknai
    Mungkin akan lebih baik, bila dalam setiap perjalanan kita bisa belajar darinya. Bagiku setiap perjalanan akan mempunyai makna yang sangat berbeda dengan perjalanan selanjutnya dan selanjutnya, karena setiap perjalanan adalah sebuah media kontemplasi yang membumi.
  12. Berdamailah dengan semesta (….)

    Nikmati, rasakan, resapi dan jagalah…..setiap apa yang disuguhkan semesta alam raya ini kepada kita, karena setiap apapun sikap yang kita berikan kepada alam raya ini, efek balik akan kembali kepada kita.


[/hr]
Oke, sementara cukup deh ya…capek dan pengen mencoba tidur bentar, walau seperti biasanya cukup susah tidur ;D…..

Maaf bila ada salah-salah kata dan ejaan yang g sesuai ama eyd dan tentu saja salah ketik, he…he…he..

Comments are closed.