Kisah Klasik Untuk Masa Depan


Kisah Klasik Untuk Masa Depan…kenapa kata-kata itu selalu mengemuka begitu saja seiring berjalannya waktu, yang semakin lamat-lamat bergerak. Hari ini 17 Agustus 2006 pukul 07:33 WIB. Kisah klasik apa?masa depan yang mana? Sebuah akumulasi kisah dari rentang jejaring waktu, momentum, peristiwa, yang secara sporadic menyebar dan bergerak dengan bebas tanpa sebuah pola yang pasti, just flow up. Sebuah kisah klasik tentang perjalanan panjang seorang manusia yang untuk sementara ini penuh dengan energi. Masa depan sesuatu yang penuh absurditas, yang acap kali tidaklah linier, aku tahu; biarkanlah semuanya berjalan. Kisah klasik untuk masa depan, probably….

Aku lagi malas untuk apapun entahlah….

Ternyata untuk kali ini, mengumpulkan serpihan-serpihan hidup walau untuk kesekian kalinya, kenapa ini terasa berat…dan padas……sosok yang kucari-cari….fewwhhhh…aku tidak bisa berkata apa-apa lagi…orang yang tepat…waktu yang mungkin sama sekali tidaklah tepat, dan…uppsss…..kok? jadi ngelantur kearah lain…akh…sudahlah energiku sudah benar-benar habis untuk saat ini, entah nanti atau lusa, La Khaula Wala Quwwata Ilabillah.

Kejenuhan yang mencekak…rapuh yang sangat….jiwa yang mati….aku tidak tahu…matilah terhadap segala yang ku tahu…matilah!

Suatu hari yang betul-betul melelahkan…untuk……..segalanya. Padahal saat ini aku harus dikondisikan untuk terus saja mengalah…untuk apa? untuk esensi! esensi apa? perjuangan! perjuangan seperti apa? Astagfirullah…aku harus mencarimu kemana…ke negeri yang tidak dapat aku sentuh…kah? atau memang selama ini aku telah memaksakan diriku untuk senantiasa bertumbukan dengan apapun hingga pada akhirnya segala hal yang terjaga lambat laun muncul kepermukaan. Ada yang tidak exceptable…ada yang pias dan masuk dalam ruang greyscale…aku keletihan…aku akh…BRENGSEKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Comments are closed.