Aku tidak tahu harus mengatakan apa sekarang ini….


Selasa, 22 Agustus 2010 Pukul 19:19 WIB Klaten
…………………………………………………………………

Aku tidak tahu harus mengatakan apa sekarang ini….
:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D

Biar waktu bersabda dan berkata..dengan sabdanya yang aku bisa mengerti dan mamah.  Cahaya masuk kebilik tenda temaram dengan sinar yang berpendar…sebuah dunia lain.
Ada oarang lain diseberang sana juga dengan kehidupan dan alam yang lain, beda nuansa,  beda dimensi, ruang dan waktu. Disini ada mimpi yang sirna ada ekspektasi  atas hidup yang getas, disanapun memiliki impi serta ekspektasi indah  dengan bunga-bunga yang ditanam, disiangi dan dipupuk dengan airmata, debu, peluh  dan kaki-kaki yang letih. Pada yang teguh, jiwa yang terbakar oleh mimpi-mimpi  yang urung terbeli lalu jengah melentik dengan penuh ketakjuban.
Jiwa yang senantiasa gelisah, terperangah oleh keindahan alam,  jiwa yang resah tak berujung, dialin dunia jiwa itu  berdifusi dengan kalimat-kalimat sakti, kalimat-kalimat yang bernyawa, namun…. aku tidak tahu, disini dunia itu telah menyublim bersama angin yang menguap  bersama hidrogen dan bersatu dalam naungan awan yang berkibar-kibar dengan teduh.

Subhanallah, tiada akhir…dengan nafas yang tersengal,  dengan kaki yang letih dan langkah yang gontai,  menyibak pelan tirai yang telah lama tersembunyi dan berdebu,  namun pada akhirnya sebuah waktu pun tidak akan menyeruak
dan melabrak tanpa sebuah hawa kinasih yang membisikkan kata-kata pengakhiran  dengan pelan, aku,…..kau…dan entahlah apakah kata-kata it akan
kembali menyublim kembali bersama uap-uap matahari, bumi, debu,
polutan, siang, malam, fajar, pagi,…

Disini berbicara dan berdialog antara idealisme, cinta, realitas hidup,
coretan warna-warna dilelangit hidup dan kehidupan, perjuangan, pengorbanan,   panji-panji kebesaran Langit, Kitab Suci, nafas yang membeku, tatap yang getas,  diam, sang waktu…dan tentu saja, jiwa yang menyublim.

Comments are closed.